Cara
Pandang Saya ; The Outsider
The Outsider adalah sebuah buku yang
ditulis oleh Albert Camus da diterbitkan pertama kali pada tahun 1942. Novel
ini aslinya memiliki judul L’Étranger
yang berarti orang
asing dalam Bahasa perancis. Novel ini akhirnya di terjemahkan ke bahasa
Inggris menjadi The Outsider. Albert camus adalah seorang filsuf pada abad
ke-20 dan ia mendapatkan nobel sastra. Orang-orang sangat mengagumi cara
berpikir Albert Camus yang absurd dan penuh dengan arti & makna di novel ini.
Buku ini
menceritakan tentang kehidupan seseorang bernama Mersault, Ia dideskripsikan
disini bahwa dia adalah orang yang bodoh amat dengan sekeliling, contohnya
ketika ibunya mati, ia hanya terdiam tidak ada air mata dan belasungkawa pada
kematian ibunya. Ia malah pergi berfoya-foya dengan pacarnya. Disini
diperlihatkan dimana hidup seorang mersault sangatlah membosankan dan biasa
saja. Disini juga ada karakter-karakter lainya seperti Marrie, Raymond, dan
Salamano dimaa mereka merupakan karakter yang memeiliki peran cukup penting dan
juga berpengaruh dalam novel ini.
Pada awal
cerita Mersault diceritakan bahwa ia meminta ijin dari bosnya untuk mendapatkan
libur atau cuti 2 hari karena ada kabar duka bahwa ibunya telah meninggal. Ia
pergi ke wisma panti jompo untuk mengunjungi ibunya yang telah meninggal.
Disini kita dapat melihat kepribadian Mersault yang sangat tidak peduli, ia
sama sekali tidak merasa sedih dan terlihat menangisi kematian ibunya. Ia
memiliki pola pikir bahwa kehidupan itu ada hanya untuk menunggu kematian.
Bahkan ia tidak tertarik untuk melihat waja ibunya untuk terakhir kali saat
sudah diturunkan untuk dikuburkan padahal ada kesempatan untuknya melihat
ibunya untuk terakhir kali.
Adapun
tetangga Mersault, yaitu Raymond. Ia memiliki watak dan sikap yang kasar dan
suka membual. Raymond menceritakan kepada Mersault tentang pacarnya yaitu
seorang perempuan arab. Raymond bercerita bahwa pacar orang arabnya itu suka
sekali berbohong dan Raymond seringkali menghajar pacarnya itu. Raymond ingin
bertemu dengan pacarnya itu sekali lagi hanya untuk tidur bersamanya setelah
itu menghajarnya lagi. Ia pun meminta bantuan mersault untuk menuliskan surat
pada perempuan arab itu agar mau bertemu dengan Raymond lagi. Yang mengejutkan
adalah dimana Surat itu berhasil mengajak perempuan arab itu untuk dating lagi
bertemu dengan Raymond dan bertemu di apartemen milik Raymond. Sesuai perkataan
Raymond pada mersault, ia menghajar dan memaki-maki perempuan itu hingga
Raymond dilaporkan kepada Polisi. Di sni kita dapat melihat karakter Raymond
dimana ia adalah seorang yang kasar dan memiliki sikap yang psikopat.
Singkat
cerita Raymond meminta Mersault untuk membantunya di pegadilan dan Raymond pun
bebas dari hukuman di penjara. Raymond mengajak Mersault dan Marri eke rumah
pantai miliknya untuk berlibur. Tetapi disini mulailah ada masalah, dimana
mereka diikuti oleh saudara laki-laki si perempuan arab pacar Raymond. Ia tidak
sendirian saja melainkan membawa orang-orang lain juga. Saudara laki-laki
perempuan arab ini mengikuti Raymond dan kawan-kawan dengan tujuan untuk
membalaskan dendam perempuan arab, pacar Raymond. Suatu ketika ada saat
lenggang dimana mereka dapat kesempatan untuk melukai Raymond dan mereka
benar-benar melakukan nya dengan pisau. Raymond pergi berlari ke rumahnya untuk
mencari pistol demi membalas perlakuan orang-orang tadi. Tetapi Mersault
menyita pistol Raymond karena ia khawatir aka nada hal-hal yang berbahaya
terjadi jika Raymond menggunakan pistol tersebut.
Masalah
terjadi dimana Mersault jalan sendirian di pantai dan bertemu dengan salah satu
orang Arab yang datang untuk melukai Raymond. Saat itu Mersault sedang terkena
halusinasi karena terik matahari di Pantai tersebut dan mengganggu mentalnya.
Karena Mersault merasa terancam dengan halusinasinya dimana orang arab itu
mengambil pisau tersebut, seketika ia langsung menembak orang arab tersebut
sampai meninggal. Mersault akhirnya ditangkap dan disidang dengan adanya kasus
pembunuhan. Mersault seketika berubah menjadi orang yang tidak bias berpikir
dan menjadi pendiam saat siding berlangsung karena pembuktian dia bahwa ia
terkena halusinasi matahari tidak kuat. Apalagi saat persidangan, ada saksi yang
mengatakan bahwa Mersault memiliki masalah dari awal dengan dasar saat kematian
Ibunya, ia sama sekali tidak menunjukkan emosi kesedihan sedikitpun. Akhirnya
mersault mendapatkan vonis hukum pancung. Kita dapat melihat lagi watak
Mersault yang bodoh amat saat ia
disarankan untuk meminta ampunan kepada Tuhan, tetapi ia menganggap bahwa Tuhan
tidak memiliki hubungan apapun dengan dirinya.
Pertama
kali saya membaca Novel ini, saya hanya membacanya mentah-mentah tanpa adanya
pemikiran tentang pengertian tertentu dalam novel ini. Pada akhirnya lama-lama
saya juga coba memikirkan apa yang sebenarnya Novel ini katakana karena Novel
ini hanya berisi sebuah hidup seseorang yang membosankan dan menyedihkan. Saya
lama-lama menangkap kenapa banyak sekali orang mengatakan ini adalah novel yang
bersifat abstrak. Menurut saya adalah karena novel ini memiliki banyak sekali
nilai-nilai moral yang tidak terlihat dan harus kita konstruksikan sendiri agar
mengerti arti dari cerita ini. Cerita Mersault disini adalah cerita kehidupan
seseorang yang hidup hanya mengikuti arah angin dan tidak peduli apa yag ada di
masa lalu an masa depan sama sekali.
Bahasa
yang digunakan dalam Novel ini jua cukup sederhana karena mudah dimengerti dan
juga kita tidak akan kehilangan alur cerita hanya karena bahasanya susah
dimengerti. Hanya asja konsep Novel ini menurutku abstrak dan untuk mencari
nilai-nilai dalam buku ini membutuhkan jangka waktu berpikir yang lumayan
panjang untuk mengerti apa yang Novel ini coba katakan.
Kesimpulan
dari ulasan saya adalah buku The Outsider yang ditulis Albert Camus merupakan
buku yang susah dimengerti Numena dari ceritanya, tetapi juga buku ini memiliki
bahaa yang mudah dimengerti semua orang, dan buku ini merupakan buku yang
sangat abstrak dimana pesan nya harus kita pikirkan sendiri dan kita konstruksi
sendiri. Saya percaya setiap orang yang membaca buku ini mendapatan pesan yang
berbeda-beda tergantung cara dan pola pikir mereka.
