Monday, August 12, 2019

Pandangan Abstrak ; The Outsider, Albert Camus


Cara Pandang Saya ; The Outsider

            The Outsider adalah sebuah buku yang ditulis oleh Albert Camus da diterbitkan pertama kali pada tahun 1942. Novel ini aslinya memiliki judul L’Étranger yang berarti orang asing dalam Bahasa perancis. Novel ini akhirnya di terjemahkan ke bahasa Inggris menjadi The Outsider. Albert camus adalah seorang filsuf pada abad ke-20 dan ia mendapatkan nobel sastra. Orang-orang sangat mengagumi cara berpikir Albert Camus yang absurd dan penuh dengan arti & makna di novel ini.
            Buku ini menceritakan tentang kehidupan seseorang bernama Mersault, Ia dideskripsikan disini bahwa dia adalah orang yang bodoh amat dengan sekeliling, contohnya ketika ibunya mati, ia hanya terdiam tidak ada air mata dan belasungkawa pada kematian ibunya. Ia malah pergi berfoya-foya dengan pacarnya. Disini diperlihatkan dimana hidup seorang mersault sangatlah membosankan dan biasa saja. Disini juga ada karakter-karakter lainya seperti Marrie, Raymond, dan Salamano dimaa mereka merupakan karakter yang memeiliki peran cukup penting dan juga berpengaruh dalam novel ini.
            Pada awal cerita Mersault diceritakan bahwa ia meminta ijin dari bosnya untuk mendapatkan libur atau cuti 2 hari karena ada kabar duka bahwa ibunya telah meninggal. Ia pergi ke wisma panti jompo untuk mengunjungi ibunya yang telah meninggal. Disini kita dapat melihat kepribadian Mersault yang sangat tidak peduli, ia sama sekali tidak merasa sedih dan terlihat menangisi kematian ibunya. Ia memiliki pola pikir bahwa kehidupan itu ada hanya untuk menunggu kematian. Bahkan ia tidak tertarik untuk melihat waja ibunya untuk terakhir kali saat sudah diturunkan untuk dikuburkan padahal ada kesempatan untuknya melihat ibunya untuk terakhir kali.
            Adapun tetangga Mersault, yaitu Raymond. Ia memiliki watak dan sikap yang kasar dan suka membual. Raymond menceritakan kepada Mersault tentang pacarnya yaitu seorang perempuan arab. Raymond bercerita bahwa pacar orang arabnya itu suka sekali berbohong dan Raymond seringkali menghajar pacarnya itu. Raymond ingin bertemu dengan pacarnya itu sekali lagi hanya untuk tidur bersamanya setelah itu menghajarnya lagi. Ia pun meminta bantuan mersault untuk menuliskan surat pada perempuan arab itu agar mau bertemu dengan Raymond lagi. Yang mengejutkan adalah dimana Surat itu berhasil mengajak perempuan arab itu untuk dating lagi bertemu dengan Raymond dan bertemu di apartemen milik Raymond. Sesuai perkataan Raymond pada mersault, ia menghajar dan memaki-maki perempuan itu hingga Raymond dilaporkan kepada Polisi. Di sni kita dapat melihat karakter Raymond dimana ia adalah seorang yang kasar dan memiliki sikap yang psikopat.
            Singkat cerita Raymond meminta Mersault untuk membantunya di pegadilan dan Raymond pun bebas dari hukuman di penjara. Raymond mengajak Mersault dan Marri eke rumah pantai miliknya untuk berlibur. Tetapi disini mulailah ada masalah, dimana mereka diikuti oleh saudara laki-laki si perempuan arab pacar Raymond. Ia tidak sendirian saja melainkan membawa orang-orang lain juga. Saudara laki-laki perempuan arab ini mengikuti Raymond dan kawan-kawan dengan tujuan untuk membalaskan dendam perempuan arab, pacar Raymond. Suatu ketika ada saat lenggang dimana mereka dapat kesempatan untuk melukai Raymond dan mereka benar-benar melakukan nya dengan pisau. Raymond pergi berlari ke rumahnya untuk mencari pistol demi membalas perlakuan orang-orang tadi. Tetapi Mersault menyita pistol Raymond karena ia khawatir aka nada hal-hal yang berbahaya terjadi jika Raymond menggunakan pistol tersebut.
            Masalah terjadi dimana Mersault jalan sendirian di pantai dan bertemu dengan salah satu orang Arab yang datang untuk melukai Raymond. Saat itu Mersault sedang terkena halusinasi karena terik matahari di Pantai tersebut dan mengganggu mentalnya. Karena Mersault merasa terancam dengan halusinasinya dimana orang arab itu mengambil pisau tersebut, seketika ia langsung menembak orang arab tersebut sampai meninggal. Mersault akhirnya ditangkap dan disidang dengan adanya kasus pembunuhan. Mersault seketika berubah menjadi orang yang tidak bias berpikir dan menjadi pendiam saat siding berlangsung karena pembuktian dia bahwa ia terkena halusinasi matahari tidak kuat. Apalagi saat persidangan, ada saksi yang mengatakan bahwa Mersault memiliki masalah dari awal dengan dasar saat kematian Ibunya, ia sama sekali tidak menunjukkan emosi kesedihan sedikitpun. Akhirnya mersault mendapatkan vonis hukum pancung. Kita dapat melihat lagi watak Mersault yang bodoh amat  saat ia disarankan untuk meminta ampunan kepada Tuhan, tetapi ia menganggap bahwa Tuhan tidak memiliki hubungan apapun dengan dirinya.
            Pertama kali saya membaca Novel ini, saya hanya membacanya mentah-mentah tanpa adanya pemikiran tentang pengertian tertentu dalam novel ini. Pada akhirnya lama-lama saya juga coba memikirkan apa yang sebenarnya Novel ini katakana karena Novel ini hanya berisi sebuah hidup seseorang yang membosankan dan menyedihkan. Saya lama-lama menangkap kenapa banyak sekali orang mengatakan ini adalah novel yang bersifat abstrak. Menurut saya adalah karena novel ini memiliki banyak sekali nilai-nilai moral yang tidak terlihat dan harus kita konstruksikan sendiri agar mengerti arti dari cerita ini. Cerita Mersault disini adalah cerita kehidupan seseorang yang hidup hanya mengikuti arah angin dan tidak peduli apa yag ada di masa lalu an masa depan sama sekali.
            Bahasa yang digunakan dalam Novel ini jua cukup sederhana karena mudah dimengerti dan juga kita tidak akan kehilangan alur cerita hanya karena bahasanya susah dimengerti. Hanya asja konsep Novel ini menurutku abstrak dan untuk mencari nilai-nilai dalam buku ini membutuhkan jangka waktu berpikir yang lumayan panjang untuk mengerti apa yang Novel ini coba katakan.
            Kesimpulan dari ulasan saya adalah buku The Outsider yang ditulis Albert Camus merupakan buku yang susah dimengerti Numena dari ceritanya, tetapi juga buku ini memiliki bahaa yang mudah dimengerti semua orang, dan buku ini merupakan buku yang sangat abstrak dimana pesan nya harus kita pikirkan sendiri dan kita konstruksi sendiri. Saya percaya setiap orang yang membaca buku ini mendapatan pesan yang berbeda-beda tergantung cara dan pola pikir mereka.